Powered By Blogger

Jumat, 20 Juli 2012

KEBEBASAN(?)

Bohong kalo ada yang bilang kebebasan itu nyata.
Bohong kalo ada yang bilang kebebasan itu tepat pada artinya.
Perlihatkan padaku kalo benar kebebasan itu ada.
Perlihatkan padaku sosok seseorang yang betul-betul merasakan kebebasan.
Katanya ini negara merdeka, tapi tak satupun kulihat tanda-tanda kemerdekaan di rakyatnya.
Katanya ini negara merdeka, sudah tak ada kekangan dan semua orang bisa berdemonstrasi, berbicara dengan semaunya.
BULLSHIT!!!
Lihat orang-orang yang menjadi pembantu, mereka tidak merdeka...mereka masih saja harus dijajah oleh orang luar yang berkedok majikan di negara ini.
Lihat para demonstran yang katanya bebas, mereka masih saja takut untuk sekedar mengaspirasikan secara gamblang suatu pendapat sendiri tanpa harus membawa massa.
Lihat para anak yang mestinya sudah bebas karena mereka punya KTP yang menandakan mereka telah dewasa, tapi mereka masih saja dilarang mengekspresikan apa yang mereka inginkan dengan jalan dan c ara yang mereka mau.
Kebebasan itu hanya sebuah kata, tidak akan pernah ada realisasi nyata.
Katanya bebas melakukan apa saja, tapi tetap harus sesuai aturan dan tak melanggar norma-norma yang katanya demi kepentingan bersama padahal kalo diteliti lebih jauh hanya untuk kepentingan perseorangan.
Katanya bebas berteman dengan siapa saja, tapi tetap harus liat latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, sejarah hidupnya, bibit, bobot, bebet, den semua hal-hal yang menyangkut tentangnya.
Katanya bebas kemana saja, tapi harus tetap bisa dijangkau, masih didalam daerah, masih bisa dipantau bahkan masih bisa ditemukan kalo dicari.
Katanya...hmm...aku benci “katanya”, sesuatu yang tidak pasti yang semakin memburamkan makna kebebasan.
Aku tak yakin ada orang yang betul-betul sudah bebas, sudah merdeka.
Mereka semua masih dibawah kebobrokan negeri yang penuh dengan “katanya”.
Yah...tak kupungkiri, termasuk aku.
Aku gadis 18 tahun, yang katanya sudah bebas berekspresi sesuai mauku karena aku sudah dewasa. Tapi, kenyataannya kebebasan itu tak ada apa-apanya saat harus berhadapan dengan orang tua yang masih menganggapku anak kecil.
Pada masalah tertentu orang tua akan berkata “kamu sudah dewasa, sudah 18 tahun, mestinya kamu sudah bisa menentukan dan mengurus semuanya sendiri. Liat itu si anu, dia 17 tahun saja sudah bisa ini, bisa itu...”apalah segala urusan yang bisa membantu kegiatan orang tua.
Tapi di saat lain orang tua akan berkata “jangan, kamu belum tau yang mana benar dan yang mana salah” atau “kamu itu kalo dikasi tau ngeyel, kamu itu masih anak-anak tau apa sih” atau apa sajalah yang bisa mematahkan alasan seorang anak untuk berekspresi.
Lalu, dimana letak kebebasan?
Apa kebebasan hanya dimiliki oleh orang-orang pemberontak yang melawan tanpa memakai hati nurani?
Yah...kuingat seseorang pernah berkata begini “melawan sedikitlah wahai kartini”
Melawan, jadi kebebasan itu bisa didapatkan jika kita bisa melawan, jika kita bisa berontak dan jika kita bisa frontal.
Aku ingin melakukan itu, tapi yang kuhadapi bukan teman sebayaku, bukan seniorku, bukan dosenku, bukan guruku, bukan pacarku tapi orang tuaku.
Manusia yang harus kusembah setelah Tuhan. Manusia yang tak mungkin kulawan meski aku merasa benar. Manusia yang tak mungkin kubantah meski aku memang benar. Manusia yang tak mungkin kuberontaki meski aku benar.
Seseorang pernah meyakinkanku untuk sesekali memberontak untuk hal-hal yang sudah jelas memang benar, tapi aku tak bisa.
Dan mungkin karena itulah, aku tetap tak bisa merasakan arti dari kebebasan.
Hingga detik aku menulis catatan ini, kebebasan itu masih buram...sangat buram, dan aku masih berfikir KEBEBASAN ITU BULLSHIT!!!

Rabu, 13 Juni 2012

@tantilaponia

Beberapa bulan yang lalu, hampir setahunlah...makhluk aneh bin ajaib ini menemaniku di kursi paling belakang di ruang multimedia.
Kenapa bisa? karna kami sama-sama terlambat.wakakak
Terus, dia itu orangnya rewa(bhs.mks, artinya kira-kira sok berani.hha), manja, cerewet, tomboy, kutilang(kurus tinggi langsung)-katanya sih mau menggemukkan badan bulan ini-hha.
Sejak saat itulah, kami dekat. Gak dekat banget sih yaaa.hha
Hari ini, si lappo' ini ulang tahun...yeaaaay (keprok-keprok)
Sebenarnya sih ultah ke-XX tpi berhubung dia gak mau banget dibilang tua, yah sutralah...

Happy Birthday Ismayanti ke-17*maksa.hha*,

Semoga panjang umur, murah rezeki, enteng jodoh, cepat laku, makin gemuk, makin pintar, makin rajin, makin cantikk*mau banget*, makin sayang keluarga, rajin sholat, si psikopat tak mengejar lagi, IP-nya diatas 3.0, selalu dalam lindungan-Nya, pokoknya Wish You All The Best lahhh.
Oh iya, ingat traktirannya...minimal di mone' lah pisang goreng panas 2rb + TEBS botol dingin.hha
si cacing ma si cicak pa kabar?hha :D*kaburrr*

Rabu, 23 Mei 2012

40 DAYS AND OTHERS

40 hari telah berlalu...
40 hari yang kelabu...
40 hari tanpa dirimu...
40 hari tak bersamamu...
40 hari tak melihatmu...
Apa kabar?
Kamu baik-baik saja kan?
Apa semuanya baik padamu?
Tak ada yang jahat padamu kan?
Apa yang kau rasakan sekarang?
Kau masih senang-senang saja kan?
Apa yang kau lakukan sekarang?
Apa kau sedang bermain dengan malaikat dan peri-peri cantik?
Sudah lama kau meninggalkan kami, tak rindukah kau pada kami?
Sudah lama kau meninggalkan kami, apa kau sudah menemukan kawan pengganti kami?
Sudah lama kau meninggalkan kami, apa kau tak bosan tanpa kami?
Sudah lama kau meninggalkan kami, tapi kami masih rindu sosokmu, apa kau juga begitu?
Kuharap, bayang dan kenangan tentang kami masih kau bawa dan tak pernah kau lupakan.
Hari ini-menurut beberapa orang-adalah hari terakhir kau masih di dunia.
Hari ini-menurut beberapa orang-adalah hari pertama kau bertemu dengan-Nya.
Hari ini-menurut beberapa orang-adalah hari terakhir kau berada di samping kami.
Hari ini kau benar-benar akan pergi.
Meninggalkan dunia.
Meninggalkan kami.
Meninggalkan semua yang ada.
Tapi, kami tak mau sedih melepasmu.
Kami akan tertawa, bukan karna kami senang kau tak ada, tapi karna kami senang kau akan tenang disana.
Kami akan tersenyum, bukan karna kami suka kehilangan kau, tapi karna kami bangga pernah mengenalmu.
Kami akan berpesta, bukan berpesta pora dengan banyak alkohol, wanita, musik keras atau bahkan narkoba, tapi pesta doa dengan semua tangan terangkat mendoakanmu.
Kami tak akan menangis, bukan karna kami tak sedih, tapi karna kami tahu langkahmu akan lebih berat jika kami menangis.
Kami tak akan meraung, bukan karna kami sudah sangat rela, tapi karna kami tahu kau akan merasa sulit jika kami meraung.
Hari ini, hari ke-40-mu.
Taukah kamu bahwa kepergianmu masih menyisakan beban berat untuk beberapa orang?
Bahkan kudengar kabar bahwa orang-orang yang menemanimu di saat-saat terakhir hidupmu akan dikenakan hukuman berat.
Jika kau ada disini, apa yang akan kau lakukan?
Jika kau ada disini, apa kau juga akan mendukung mereka untuk dihukum berat?
Jika kau ada disini, apa kau juga menginginkan hukuman itu terjadi?
Jika kau ada disini...hmm itu hanya jika, tak mungkin terjadi.
Andai kau membaca tulisan ini, semoga kau tahu bahwa kami tak pernah dan tak akan pernah melupakanmu.
Sekarang, kami sedang berusaha kuat berdiri tanpamu kawan.
Sekarang, kami sedang berusaha berfikir untuk tetap membelamu tanpa melawan mereka kawan.
Sekarang, kami sedang berusaha tertawa meski itu palsu kawan.
Sekarang, semua terasa berbeda tanpamu.
Sangat berbeda.
Taukah kau kalau koridor itu tak seramai dulu lagi?
Perlahan tapi pasti, satu-persatu nahkoda yang dulu menemani perjalanan kita kini mundur dan tak pernah muncul lagi.
Taukan kau kalau ruang kecil itu tak seribut dulu lagi?
Tanpa menunggu aba-aba, mereka yang dulunya seperti haluan kini bungkam tak berbicara.
Taukah kau kalau kapal kita sudah tak kokoh lagi?
Tak butuh waktu lama, sedikit demi sedikit kapal itu selalu terkikis ombak, mulai tak seimbang, dan mungkin tak lama lagi akan karam. Bahkan mungkin nanti hanya tinggal rangka yang juga akan habis termakan rayap atau kikisan arus bawah laut.
Semuanya berubah, memang tak nampak tapi sangat terasa.
Itu terjadi sejak kau tak ada.
Sejak 40 hari yang lalu.

In Memoriam.
Our friend, Recky Glorya Randa Bunga...
40 days ago with love from us, your kedubes :’)

written : Tuesday, 22 May 2012...in your 40 days.